Studio rekaman menyatukan berbagai macam peralatan canggih yang
ditujukan untuk menciptakan musik. Dalam studio rekaman, kita menemukan
semua yang dibutuhkan untuk merekam suara, memanipulasinya, dan
memadukannya. Garis besar berikut dapat dianggap sebagai kemungkinan
konfigurasi standar sebagai referensi teoretis; setiap studio memiliki
karakteristik dan peralatannya masing-masing sebagai hasil selera
pribadi yang hasil yang ingin dicapai.
Diagram berikut menunjukkan garis besar skema studio rekaman:
Gambar 11.1 Garis besar studio rekaman
Diagram ini adalah referensi untuk keseluruhan bab ini.
Hal pertama yang kita perhatikan adalah
2 ruangan: ruangan rekaman (dimana perekaman suara terjadi) dan ruang
kontrol (dimana suara ditangani dan dimanipulasi). Ruang rekaman
memiliki akustik yang memperkaya suara yang dihasilkan. Saat rekaman,
musisi diatur sedemikian sehingga berada di posisi ideal dari segi
akustik, yang diputuskan oleh sound engineer berdasarkan hasil yang
dituju. Ruang rekaman memiliki serangkaian koneksi (titik B di skema
garis besar studio) yang mengangkut semua sinyal dari dan menuju ke
ruang kontrol. Rangkaian koneksi dalam ruang rekaman bisa sebagai
berikut:
Gambar 11.2 Koneksi
Koneksi pada barisan pertama terdiri
dari serangkaian XLR female yang dihubungkan ke input mikrofon pada
mixer (misal 24-input). Barisan kedua terdiri dari konektor mono jack ¼
inci yang dihubungkan ke line input mixer. Tersedia juga dua koneksi
untuk headphone, karena mixer bisa menghasilkan dua mix yang mandiri
untuk musisi (contoh: satu mix untuk drummer yang butuh suara bass
jelas, dan satetu mix untuk semua musisi lainnya dengan drums dan bass
rendah sehingga melodi lebih jelas). Koneksi MIDI bisa juga digunakan
sehingga instrumen bisa dikendalikan dengan protokol MIDI langsung dari
ruang kontrol.
Berikutnya kita lihat berbagai fasilitas yang hadir di ruang kontrol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar